Anak-anak sekolah dasar adalah anak usia 7-12 tahun yang merupakan periode kritis pertumbuhan yang sering disertai perubahan pola makan, termasuk tingginya konsumsi jajanan yang bersifat manis dan lengket di lingkungan sekolah. Konsumsi jenis makanan tersebut, jika tidak diimbangi dengan perilaku kebersihan gigi dan mulut yang baik, menjadi faktor risiko utama pembentukan plak dan akan mempercepat proses pembentukan kalkulus(karang gigi). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatnya mutu, cakupan, efisiensi pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam rangka tercapainya kemampuan pelihara diri di bidang kesehatan gigi dan mulut secara optimal. Metode Pelaksanaan: desain penelitian ini menggunakan pendekatan metode quasi eksperiment yang melibatkan pre test dan post test design, sampel berjumlah 50 responden. Analisa data penelitian ini menggunakan Uji Bivariat yaitu shapiro-wilk dan Uji Wilcoxon. Hasil Kegiatan: Didapatkan Nilai Pre-test dengan kriteria baik 12 anak (24%), sedang 33 anak (66%) dan buruk 5 anak (10%) sedangkan nilai Post-test didapatkan kriteria baik 41 anak (82%), sedang 9 anak (18%) dan buruk 0 anak (0%). Uji statistik menunjukkan bahwa adanya peningkatan antara pre test dan post test, yang ditunjukkan dengan nilai p-value 0,000 pada variabel pengetahuan artinya variabel tersebut <0,05 sehingga dapat ditarik Ha diterima. Kesimpulan: adanya pengaruh media smart tree untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dalam proses terjadinya kalkulus pada siswa SD Muhammadiyah 49 Jakarta.
Copyrights © 2026