Silvia Sulistiani
Akademi Kesehatan Gigi Ditkesad Jakarta

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STERILISASI ALAT KEDOKTERAN GIGI DENGAN STERILISATOR (DRY HEAT) DAN TEKNIK BOILING: DENTAL INSTRUMENT STERILIZATION WITH STERILIZATOR (DRY HEAT) AND BOILING TECHNIQUE Silvia Sulistiani; Nur Eka Fitriana; Widi Nurwanti
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 2 No. 1 (2021): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v2i1.221

Abstract

Sterilisasi alat kedokteran gigi merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari infeksi silang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas sterilisasi alat kedokteran gigi dengan dry heat sterilitator dan teknik boiling. Metode: sampel penelitian ini adalah kaca mulut yang telah digunakan untuk praktikum klinik. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 20 buah. Kaca mulut sebelum dan sesudah disterilkan, ditempelkan pada Blood Agar Plate (BAP) kemudian diinkubasi selama 1 x 24 jam. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan jumlah bakteri yang siginifikan pada dry heat sterilisator (P<0,005) sedangkan pada teknik boiling tidak signifikan (P>0,005). Kesimpulan: Dry heat sterilisator lebih efektif dalam mengurangi bakteri pada instrumen dibandingkan teknik boiling.
SENAM WAJAH TERHADAP KECEPATAN ALIRAN SALIVA PADA LANSIA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN XEROSTOMIA: FACIAL EXERCISE ON THE FLOW VELOCITY OF SALIVA IN THE ELDERLY AS XEROSTOMIA PREVENTION EFFORT Silvia Sulistiani; Sri Wahyudi; Widi Nurwanti
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 2 No. 2 (2021): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v2i2.337

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut dipengaruhi oleh saliva yang berfungsi menetralkan asam pada plak gigi, sebagai lubrikasi dalam proses pengunyahan makanan, menjaga integritas gigi, sebagai pelumas dan cairan pembersih yang penting bagi kesehatan rongga mulut. Saliva akan bekerja maksimal ketika kecepatan aliran saliva meningkat. Gangguan aliran saliva sering terjadi pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam wajah terhadap kecepatan aliran saliva pada lansia. Penelitian dilakukan pada 30 orang lanjut usia kelompok senam jantung sehat RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Sampel saliva diambil sebelum dan sesudah senam wajah. Subyek diarahkan untuk menyikat gigi, minum air, dan berpuasa selama satu jam sebelum pengambilan saliva. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Kesimpulan: didapatkan nilai p-value 0.006 menunjukan bahwa  terdapat perbedaan kecepatan aliran saliva sebelum dan sesudah senam wajah pada lansia.
PROMOSI KESEHATAN GIGI MENGGUNAKAN MEDIA FLIPHCHART TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR : DENTAL HEALTH PROMOTION USING FLIPHCHART MEDIA ON KNOWLEDGE OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENT Yuli Puspitawati; Ulliana Ulliana; Silvia Sulistiani; Nurlatifa Kholifatu Fadliyah; Widi Nurwanti
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 3 No. 1 (2022): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v3i1.486

Abstract

Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan pada anak. Media flipchart adalah salah satu media pembelajaran yang sederhana dan cukup efektif. Flipchart juga dikatakan efektif karena dapat digunakan sebagai pengantar pesan pembelajaran secara terencana ataupun secara langsung disajikan. Tujuan Penelitian: Mengetahui efektifitas media flipchart terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada SDN siswa Cempaka Putih Timur 03. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan quasi eksperimen with pre & post test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 sampel diambil secara Stratified Random Sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner pre test dan post test. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji Wilcoxon untuk menguji dua sampel berpasangan. Hasil Penelitian: hasil uji statistik menunjukkan bahwa media flipchart efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada siswa SDN Cempaka Putih Timur 03 yang dimana nilai p 0,000 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Kesimpulan: Media Flipchart efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi pada siswa SDN Cempaka Putih Timur 03.
STERILISASI ALAT KEDOKTERAN GIGI DENGAN STERILISATOR (DRY HEAT) DAN TEKNIK BOILING: DENTAL INSTRUMENT STERILIZATION WITH STERILIZATOR (DRY HEAT) AND BOILING TECHNIQUE Silvia Sulistiani; Nur Eka Fitriana; Widi Nurwanti
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 2 No. 1 (2021): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v2i1.221

Abstract

Sterilisasi alat kedokteran gigi merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari infeksi silang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas sterilisasi alat kedokteran gigi dengan dry heat sterilitator dan teknik boiling. Metode: sampel penelitian ini adalah kaca mulut yang telah digunakan untuk praktikum klinik. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 20 buah. Kaca mulut sebelum dan sesudah disterilkan, ditempelkan pada Blood Agar Plate (BAP) kemudian diinkubasi selama 1 x 24 jam. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan jumlah bakteri yang siginifikan pada dry heat sterilisator (P<0,005) sedangkan pada teknik boiling tidak signifikan (P>0,005). Kesimpulan: Dry heat sterilisator lebih efektif dalam mengurangi bakteri pada instrumen dibandingkan teknik boiling.
SENAM WAJAH TERHADAP KECEPATAN ALIRAN SALIVA PADA LANSIA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN XEROSTOMIA: FACIAL EXERCISE ON THE FLOW VELOCITY OF SALIVA IN THE ELDERLY AS XEROSTOMIA PREVENTION EFFORT Silvia Sulistiani; Sri Wahyudi; Widi Nurwanti
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 2 No. 2 (2021): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v2i2.337

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut dipengaruhi oleh saliva yang berfungsi menetralkan asam pada plak gigi, sebagai lubrikasi dalam proses pengunyahan makanan, menjaga integritas gigi, sebagai pelumas dan cairan pembersih yang penting bagi kesehatan rongga mulut. Saliva akan bekerja maksimal ketika kecepatan aliran saliva meningkat. Gangguan aliran saliva sering terjadi pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam wajah terhadap kecepatan aliran saliva pada lansia. Penelitian dilakukan pada 30 orang lanjut usia kelompok senam jantung sehat RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Sampel saliva diambil sebelum dan sesudah senam wajah. Subyek diarahkan untuk menyikat gigi, minum air, dan berpuasa selama satu jam sebelum pengambilan saliva. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Kesimpulan: didapatkan nilai p-value 0.006 menunjukan bahwa  terdapat perbedaan kecepatan aliran saliva sebelum dan sesudah senam wajah pada lansia.
PROMOSI KESEHATAN GIGI MENGGUNAKAN MEDIA FLIPHCHART TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR : DENTAL HEALTH PROMOTION USING FLIPHCHART MEDIA ON KNOWLEDGE OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENT Yuli Puspitawati; Ulliana Ulliana; Silvia Sulistiani; Nurlatifa Kholifatu Fadliyah; Widi Nurwanti
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 3 No. 1 (2022): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v3i1.486

Abstract

Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan pada anak. Media flipchart adalah salah satu media pembelajaran yang sederhana dan cukup efektif. Flipchart juga dikatakan efektif karena dapat digunakan sebagai pengantar pesan pembelajaran secara terencana ataupun secara langsung disajikan. Tujuan Penelitian: Mengetahui efektifitas media flipchart terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada SDN siswa Cempaka Putih Timur 03. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan quasi eksperimen with pre & post test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 sampel diambil secara Stratified Random Sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner pre test dan post test. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji Wilcoxon untuk menguji dua sampel berpasangan. Hasil Penelitian: hasil uji statistik menunjukkan bahwa media flipchart efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada siswa SDN Cempaka Putih Timur 03 yang dimana nilai p 0,000 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Kesimpulan: Media Flipchart efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi pada siswa SDN Cempaka Putih Timur 03.
IMPLEMENTASI MEDIA SMART TREE TERHADAP PENGETAHUAN PROSES TERJADINYA KALKULUS PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH 49 JAKARTA: IMPLEMENTATION OF SMART TREE MEDIA TO IMPROVE STUDENTS’ KNOWLEDGE OF THE PROCESS OF CALCULUS FORMATION AT SD MUHAMMADIYAH 49 JAKARTA Rifa Fauziah Syaifia Putri; Aditya Nurrochman; Silvia Sulistiani; Akbar Akbar; Syahda Zulmi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3190

Abstract

Anak-anak sekolah dasar adalah anak usia 7-12 tahun yang merupakan periode kritis pertumbuhan yang sering disertai perubahan pola makan, termasuk tingginya konsumsi jajanan yang bersifat manis dan lengket di lingkungan sekolah. Konsumsi jenis makanan tersebut, jika tidak diimbangi dengan perilaku kebersihan gigi dan mulut yang baik, menjadi faktor risiko utama pembentukan plak dan akan mempercepat proses pembentukan kalkulus(karang gigi).  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatnya mutu, cakupan, efisiensi pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam rangka tercapainya kemampuan pelihara diri di bidang kesehatan gigi dan mulut secara optimal. Metode Pelaksanaan: desain penelitian ini menggunakan pendekatan metode quasi eksperiment yang melibatkan pre test dan post test design, sampel berjumlah 50 responden. Analisa data penelitian ini menggunakan Uji Bivariat yaitu shapiro-wilk dan Uji Wilcoxon. Hasil Kegiatan: Didapatkan Nilai Pre-test dengan kriteria baik 12 anak (24%), sedang 33 anak (66%) dan buruk 5 anak (10%) sedangkan nilai Post-test didapatkan kriteria baik 41 anak (82%), sedang 9 anak (18%) dan buruk 0 anak (0%).  Uji statistik menunjukkan bahwa adanya peningkatan antara pre test dan post test, yang ditunjukkan dengan nilai p-value 0,000 pada variabel pengetahuan artinya variabel tersebut <0,05 sehingga dapat ditarik Ha diterima. Kesimpulan: adanya pengaruh media smart tree untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dalam proses terjadinya kalkulus pada siswa SD Muhammadiyah 49 Jakarta.
Konsumsi Bee Pollen dan Karakteristik Ph Saliva Anak Sekolah (Analisis Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin dan Pendidikan Terakhir Ibu) Silvia Sulistiani; Ulliana Ulliana; Nuraini Nuraini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.26223

Abstract

ABSTRACT Bee pollen is a natural product derived from flower nectar, pollen, enzymes, and bee saliva secretion. Bee pollen contains flavonoids that can lower triglyceride levels and has anti-inflammatory properties. Its bioactive compound content can affect the pH balance of saliva. This study was to analyze the effects of bee pollen consumption onchanges in the salivary area in elementary school students and to examine the factors that influence them, such as age, gender and mother’s last education. This study used a quasi-experimental method before and after consumption. The sample consisted of 104 students from Paseban 01 Elementary School and Susukan 06 Elementary School and were selected based on certain inclusion and exclusion criteria. Salivary-ph measurements were carried out before and after bee pollen consumption using a pH meter. Data analysis was carried out by SPSS software. The pH value of saliva after eating bee pollen at an average pH value before consumption of 3.22 and 5.84 after consumption. The Wilcoxon statistical test is p=0.001 (p0.05), indicating a significant difference before and after treatment. The Linear Regression test result is p=0.001 (p0.05), indicating that all factors simultaneously affect the pH saliva. Bee pollen can be considered as one of natural intakes supporting oral cavity health, particularly in supporting to maintain saliva pH at a non acidic level. Furher research is needed regarding the dosage, ingredients and impact of Bee pollen related to oral and dental health children. Keywords: Bee Pollen, Salivary pH, Dental Health, Elementary School Students.  ABSTRAK Bee pollen adalah produk alami berasal dari nektar bunga, serbuk sari, enzim, dan sekresi air liur lebah. Bee pollenmengandung flavonoid  yang dapat menurunkan kadar trigliserida, dan memiliki sifat anti inflamasi. Kandungan senyawa bioaktifnya dapat mempengaruhi keseimbangan pH air liur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek konsumsi Bee pollen terhadap perubahan area saliva pada siswa sekolah dasar dan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir ibu. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-eksperimental sebelum dan sesudah konsumsi. Sampel terdiri dari 104 siswa dari Sekolah Dasar Paseban 01 dan Sekolah Dasar Susukan 06 yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Pengukuran pH saliva dilakukan sebelum dan sesudah mengonsumsi Bee pollen menggunakan pH meter. Analisis data dilakukan dengan perangkat lunak SPSS. Nilai pH saliva rata-rata sebelum dan sesudah mengonsumsi Bee pollen sebesar 3,22 dan 5,84. Uji statistik Wilcoxon adalah p=0,001 (p0,05), menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah mengonsumsi Bee pollen. Hasil Uji Regresi Linier adalah p=0,001 (p0,05), menunjukkan bahwa semua faktor secara bersamaan mempengaruhi pH saliva. Bee pollen dapat dianggap sebagai salah satu asupan alami yang mendukung kesehatan rongga mulut, khususnya dalam membantu menjaga pH saliva pada tingkat non-asam. Penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai dosis, bahan, dan dampak dari Bee pollen terkait dengan kesehatan gigi dan mulut anak-anak. Kata Kunci: Bee Pollen, Ph Saliva, Kesehatan Gigi, Siswa Sekolah Dasar.
IMPLEMENTASI MEDIA SMART TREE TERHADAP PENGETAHUAN PROSES TERJADINYA KALKULUS PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH 49 JAKARTA: IMPLEMENTATION OF SMART TREE MEDIA TO IMPROVE STUDENTS’ KNOWLEDGE OF THE PROCESS OF CALCULUS FORMATION AT SD MUHAMMADIYAH 49 JAKARTA Rifa Fauziah Syaifia Putri; Aditya Nurrochman; Silvia Sulistiani; Akbar Akbar; Syahda Zulmi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3190

Abstract

Anak-anak sekolah dasar adalah anak usia 7-12 tahun yang merupakan periode kritis pertumbuhan yang sering disertai perubahan pola makan, termasuk tingginya konsumsi jajanan yang bersifat manis dan lengket di lingkungan sekolah. Konsumsi jenis makanan tersebut, jika tidak diimbangi dengan perilaku kebersihan gigi dan mulut yang baik, menjadi faktor risiko utama pembentukan plak dan akan mempercepat proses pembentukan kalkulus(karang gigi).  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatnya mutu, cakupan, efisiensi pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam rangka tercapainya kemampuan pelihara diri di bidang kesehatan gigi dan mulut secara optimal. Metode Pelaksanaan: desain penelitian ini menggunakan pendekatan metode quasi eksperiment yang melibatkan pre test dan post test design, sampel berjumlah 50 responden. Analisa data penelitian ini menggunakan Uji Bivariat yaitu shapiro-wilk dan Uji Wilcoxon. Hasil Kegiatan: Didapatkan Nilai Pre-test dengan kriteria baik 12 anak (24%), sedang 33 anak (66%) dan buruk 5 anak (10%) sedangkan nilai Post-test didapatkan kriteria baik 41 anak (82%), sedang 9 anak (18%) dan buruk 0 anak (0%).  Uji statistik menunjukkan bahwa adanya peningkatan antara pre test dan post test, yang ditunjukkan dengan nilai p-value 0,000 pada variabel pengetahuan artinya variabel tersebut <0,05 sehingga dapat ditarik Ha diterima. Kesimpulan: adanya pengaruh media smart tree untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dalam proses terjadinya kalkulus pada siswa SD Muhammadiyah 49 Jakarta.