Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) merupakan infrastruktur kritis maritim dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi dan memiliki konstrain fisik yang membatasi ruang gerak kapal niaga berdraf besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan zona potensial kerentanan navigasi (local chokepoint) di sektor selatan APBS secara indikatif. Metode yang digunakan adalah descriptive spatial overlay menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini mengintegrasikan data kepadatan kapal berbasis Automatic Identification System (AIS) yang diolah melalui algoritma Kernel Density Heatmap, data kontur dasar laut (batimetri), dan titik koordinat sebaran obstruksi bawah air berupa kerangka kapal (shipwrecks). Pendekatan tumpang susun ini murni dilakukan berdasarkan benturan fisik spasial tanpa adanya intervensi pembobotan matematis yang subjektif. Hasil analisis spasial menunjukkan adanya indikasi konvergensi kerentanan yang terbentuk dari tumpang tindih antara sabuk kepadatan lalu lintas tertinggi, perairan dangkal, dan klaster rintangan bawah air. Kondisi ini secara drastis mereduksi luasan perairan aman (navigable water), yang pada gilirannya berpotensi meningkatkan kerawanan navigasi terhadap ancaman tabrakan (collision) dan kapal kandas (grounding). Peta indikatif kerentanan yang dihasilkan dapat diimplementasikan oleh pemangku kepentingan sebagai landasan empiris untuk manajemen tata ruang laut dan penetapan skala prioritas program penyingkiran kerangka kapal.
Copyrights © 2026