Aldy Surya Alriandi
Universitas Pertahanan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Spasial Overlay Deskriptif Terhadap Kerentanan Navigasi Maritim: Integrasi Kepadatan Kapal (AIS), Batimetri, dan Obstruksi di Alur Pelayaran Barat Surabaya: Descriptive Spatial Overlay Analysis of Maritime Navigation Vulnerabilities: Integration of Vessel Density (AIS), Bathymetry, and Obstacles in The Western Surabaya Shipping Lane Aldy Surya Alriandi; Tasdik Mustika Alam
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v8i1.215

Abstract

Alur Pelayaran Barat  Surabaya (APBS) merupakan infrastruktur kritis maritim dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi dan  memiliki konstrain fisik yang  membatasi ruang  gerak  kapal niaga berdraf besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan zona  potensial kerentanan navigasi (local chokepoint) di sektor selatan APBS  secara indikatif. Metode  yang  digunakan adalah descriptive spatial overlay menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini mengintegrasikan data kepadatan kapal berbasis Automatic Identification System (AIS) yang diolah melalui algoritma Kernel Density Heatmap, data  kontur dasar laut (batimetri), dan titik koordinat sebaran obstruksi bawah  air  berupa  kerangka  kapal  (shipwrecks).  Pendekatan  tumpang  susun  ini  murni  dilakukan berdasarkan benturan fisik spasial tanpa adanya intervensi pembobotan matematis yang  subjektif. Hasil analisis spasial menunjukkan adanya indikasi konvergensi kerentanan yang terbentuk dari tumpang tindih antara sabuk kepadatan lalu lintas tertinggi, perairan dangkal, dan klaster rintangan bawah air. Kondisi ini secara drastis  mereduksi  luasan  perairan  aman (navigable  water),   yang   pada gilirannya  berpotensi meningkatkan kerawanan navigasi terhadap ancaman tabrakan (collision) dan kapal kandas (grounding). Peta indikatif kerentanan yang  dihasilkan dapat diimplementasikan oleh pemangku kepentingan sebagai landasan empiris untuk manajemen tata  ruang  laut dan  penetapan skala prioritas program  penyingkiran kerangka kapal.