Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kemajuan anak-anak dengan kebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi lewat pendekatan studi kasus di SD Negeri Gondoriyo 02. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu siswa berkebutuhan khusus yang dipilih lewat teknik purposive sampling. Untuk menganalisis data, digunakan model dari Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan serta menguji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki karakteristik yang menunjukkan tunagrahita tingkat sedang, ditandai dengan keterlambatan dalam perkembangan fisik, bahasa, dan sosial, serta kesulitan dalam beradaptasi dan berinteraksi di lingkungan sekitar. Faktor biologis seperti kelahiran yang prematur dan berat badan lahir rendah juga berpengaruh terhadap perkembangan siswa. Meskipun dukungan dari keluarga cukup baik, siswa tersebut tetap memerlukan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Penerapan pendidikan inklusif di sekolah sudah memberikan akses belajar, namun masih ada kebutuhan untuk mengoptimalkan penyesuaian metode pembelajaran dan pendampingan secara individu. Oleh karena itu, kerjasama antara guru, sekolah, dan orang tua sangat penting untuk mendukung perkembangan siswa secara maksimal.
Copyrights © 2026