Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai fungsi parlemen menjadi salah satu tantangan bagi DPR RI dalam membangun hubungan dengan publik. Sebagai upaya meningkatkan pemahaman tersebut, Humas DPR RI menyelenggarakan Program Edukasi Parlemen yang ditujukan kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Humas DPR RI dalam membangun pemahaman publik tentang fungsi parlemen melalui Program Edukasi Parlemen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 melalui proses coding, word frequency, dan pengelompokan data ke dalam node, kemudian diinterpretasikan bedasarkan model komunikasi Harold D. Lasswell. Hasil penelitian menunjukan bahwa Humas DPR RI membangun pemahaman publik melalui pengelolaan peran komunikator, penyusunan pesan yang bersifat edukatif, pemanfaatan berbagai media komunikasi, serta penyesuaian komunikasi dengan karakteristik khalayak sasaran. Strategi tersebut menghasilkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai fungsi parlemen, perubahan persepsi terhadap DPR RI, serta terbentuknya sudut pandang baru mengenai peran parlemen dalam sistem demokrasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Program Edukasi Parlemen tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi media edukasi politik yang memperkuat pemahaman masyarakat mengenai fungsi parlemen.
Copyrights © 2026