Pencemaran udara di kawasan perkotaan dan industri berdampak terhadap kesehatan masyarakat, sedangkan akses warga terhadap informasi kualitas udara tingkat lokal masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga terhadap kondisi udara di lingkungan tempat tinggal. Kegiatan dilaksanakan di RT 20, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Provinsi Riau, dengan melibatkan 35 warga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Research and Development dan partisipatif yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan prototipe, pengujian, instalasi perangkat, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor MQ-135, MQ-7, dan DHT22 untuk memantau karbon monoksida, kualitas udara, suhu, dan kelembapan secara waktu nyata melalui platform Blynk dan dashboard berbasis web. Evaluasi teknis dilakukan dengan membandingkan hasil sensor terhadap alat ukur komersial, sedangkan dampak kegiatan diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil pengujian menunjukkan sistem mencapai akurasi rata-rata 96,9% dan keberhasilan pengiriman data sebesar 98,7%. Pengetahuan dan kesadaran warga meningkat rata-rata sebesar 50,6%, dengan hasil uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi IoT dan edukasi lingkungan efektif mendukung pemantauan kualitas udara sekaligus meningkatkan literasi masyarakat.
Copyrights © 2026