Pertumbuhan pesat industri food and beverage (F&B), khususnya coffee shop di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menciptakan persaingan kerja yang ketat dan menuntut strategi pengelolaan sumber daya manusia yang efektif untuk mempertahankan karyawan. Salah satu faktor penting dalam konteks ini adalah praktik kepemimpinan yang menghargai serta kualitas hubungan antara atasan dan bawahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran respectful leadership terhadap intention to stay dengan mediasi supportive supervisor relations pada pekerja coffee shop di Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan dari karyawan coffee shop melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa respectful leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay (β = 0,482), serta terhadap supportive supervisor relations (β = 0,037). Selain itu, supportive supervisor relations juga berpengaruh positif terhadap intention to stay (β = 0,442) dan terbukti memediasi hubungan antara respectful leadership dan intention to stay secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan yang menghargai dan hubungan supervisor yang suportif berperan penting dalam meningkatkan retensi karyawan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola coffee shop dan pelaku usaha F&B dalam merancang strategi kepemimpinan dan pengelolaan tenaga kerja yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026