Perubahan sistem pembelajaran setelah pandemi COVID 2019 menuntut siswa memiliki kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi akademik siswa pascapandemi dalam perspektif bimbingan dan konseling. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan tinjauan literatur sistematis terhadap tujuh artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2022. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi akademik dan implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Hasil kajian menunjukkan bahwa resiliensi akademik dipengaruhi oleh faktor internal berupa harapan, efikasi diri, regulasi emosi, dan motivasi belajar, serta faktor eksternal berupa dukungan keluarga, sekolah, teman sebaya, dan lingkungan belajar yang kondusif. Layanan bimbingan dan konseling berperan penting dalam memperkuat kemampuan adaptasi siswa melalui berbagai strategi intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan resiliensi akademik perlu menjadi fokus pengembangan layanan bimbingan dan konseling untuk mendukung keberhasilan belajar siswa pada masa pascapandemi.
Copyrights © 2022