Radio sebagai media massa tetap eksis di tengah perkembangan teknologi digital dan memiliki peran strategis tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai medium dakwah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Radio Suara As’adiyah sebagai media informasi dalam meningkatkan religiusitas masyarakat Kabupaten Wajo. Kajian ini berangkat dari argumentasi bahwa media lokal berbasis komunitas memiliki daya jangkau kultural yang kuat, terutama ketika memanfaatkan bahasa dan nilai-nilai lokal dalam penyiaran. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara yang dipilih secara purposif, serta telaah dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Radio Suara As’adiyah menerapkan dua strategi utama untuk mempertahankan dan memperluas pendengar, yakni penggunaan bahasa Bugis dalam setiap program siaran serta dominasi konten keagamaan. Program-program tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi keagamaan sekaligus mendorong pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih religius. Implikasi kajian ini menegaskan pentingnya optimalisasi media lokal sebagai instrumen dakwah yang kontekstual dan berkelanjutan dalam membangun religiusitas masyarakat.
Copyrights © 2026