Produksi ikan tangkap laut merupakan salah satu sektor penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir dan ketahanan pangan daerah. Namun, tidak semua jenis ikan memiliki tingkat ketersediaan yang sama, sehingga menyebabkan adanya variasi produksi ikan tangkap laut mulai dari tingkat produksi tinggi hingga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produksi ikan tangkap laut di Kota Bandar Lampung menggunakan metode K-Means Clustering. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif sekunder yang diperoleh dari lembaga resmi Badan Pusat Statistik Kota Bandar lampung, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bandar Lampung, Pelabuhan lempasing, Pelelangan Ikan KUD Mina Jaya, dan data primer dari nelayan, data ini dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan algoritma K-means dimana data tersebut diolah dalam 2 klaster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 jenis ikan berada pada klaster 1 yang artinya produksi tinggi dan 16 jenis ikan berada pada klaster 2 yang artinya produksi sedang hingga rendah dengan fungsi objektif K-means sebesar 18.684,02 Ton yang artinya pengelompokan telah mencapai konvergen atau tidak ada lagi penurunan nilai. Teknik K-means Clustering juga menggunakan Software RapidMiner. Hasil penelitian ini juga dapat digunakakan untuk menentukan strategi potensi pengembangan perikanan berkelanjutan di Kota Bandar lampung
Copyrights © 2026