Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Produksi Ikan Tangkap Laut di Kota Bandar Lampung Menggunakan Metode K-Means Clustering M. Aldi Satria; M. Aminullah; Catarina Hariyani; Munsiarum Munsiarum
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i1.771

Abstract

Produksi ikan tangkap laut merupakan salah satu sektor penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir dan ketahanan pangan daerah. Namun, tidak semua jenis ikan memiliki tingkat ketersediaan yang sama, sehingga menyebabkan adanya variasi produksi ikan tangkap laut mulai dari tingkat produksi tinggi hingga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produksi ikan tangkap laut di Kota Bandar Lampung menggunakan metode K-Means Clustering. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif sekunder yang diperoleh dari lembaga resmi Badan Pusat Statistik Kota Bandar lampung, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bandar Lampung, Pelabuhan lempasing, Pelelangan Ikan KUD Mina Jaya, dan data primer dari nelayan, data ini dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan algoritma K-means dimana data tersebut diolah dalam 2 klaster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 jenis ikan berada pada klaster 1 yang artinya produksi tinggi dan 16 jenis ikan berada pada klaster 2 yang artinya produksi sedang hingga rendah dengan fungsi objektif K-means sebesar 18.684,02 Ton yang artinya pengelompokan telah mencapai konvergen atau tidak ada lagi penurunan nilai. Teknik K-means Clustering juga menggunakan Software RapidMiner. Hasil penelitian ini juga dapat digunakakan untuk menentukan strategi potensi pengembangan perikanan berkelanjutan di Kota Bandar lampung
Tata Kelola Kolaboratif Pemerintah Desa Dan Masyarakat Dalam Mewujudkan Pembangunan Desa Berkelanjutan Melalui Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Di Desa Nusa Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Catarina Hariyani; I Gusti Made Darma; Rindy Putri Hapsari; Ariyanto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola kolaboratif antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa berkelanjutan melalui penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Nusa Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Kepala Desa, perangkat desa, pengelola PAUD, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, serta orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif telah diwujudkan melalui komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi antara pemerintah desa, pengelola PAUD, dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini. Bentuk kolaborasi tersebut meliputi penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, dukungan pembiayaan sesuai kemampuan anggaran desa, pelibatan masyarakat dalam musyawarah desa, serta koordinasi dalam mengidentifikasi kebutuhan PAUD. Meskipun demikian, efektivitas kolaborasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran, belum memadainya fasilitas pendidikan, terbatasnya tenaga pendidik, serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Oleh karena itu, penguatan tata kelola kolaboratif melalui peningkatan kapasitas pemerintah desa, optimalisasi koordinasi antarpemangku kepentingan, dan peningkatan partisipasi masyarakat menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.