Perkembangan pengetahuan ilmiah dalam pendidikan dasar saat ini digabungkan dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menuntut pendekatan yang tidak sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif siswa. Salah satu model yang diyakini dapat menjawab tantangan tersebut adalah Project-Based Learning (PjBL), sebuah pendekatan berbasis proyek yang menempatkan siswa sebagai pelaku utama dalam proses belajar. Artikel ini bertujuan mengkaji secara sistematis efektivitas penerapan model PjBL terhadap minat belajar siswa sekolah dasar, khususnya pada materi lingkungan dan alam dalam mata pelajaran IPAS. Metodologi yang digunakan melibatkan pemeriksaan tinjauan pustaka yang ada melalui analisis kritis dari beragam publikasi ilmiah yang diterbitkan dari 2013 hingga 2025. meliputi artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding seminar, serta laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi PjBL secara konsisten berkorelasi positif dengan peningkatan minat belajar siswa, yang tercermin dari meningkatnya antusiasme, partisipasi aktif, dan kepuasan belajar. Proyek-proyek bertema lingkungan seperti pembuatan kompos, pengamatan ekosistem, dan daur ulang bahan terbukti relevan secara kontekstual dan memotivasi siswa untuk terlibat lebih dalam. Meski demikian, keberhasilan penerapan PjBL tidak terlepas dari sejumlah faktor kritis, antara lain kesiapan dan kreativitas guru, ketersediaan sumber daya, serta kondisi lingkungan sekolah. Artikel ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam merancang pembelajaran IPAS yang bermakna dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2026