Analysis of Language Errors on Academic Information Media and Public Spaces Around the Campus Environment. Language is a primary communication tool that must be used correctly, especially in academic environments. However, there are still many language errors found in digital academic announcement media and public space signage around campuses. This study aims to identify, classify, and analyze errors in spelling, diction, and effective sentences based on the Enhanced Spelling (EYD V) and the Indonesian Large Dictionary (KBBI). This study uses a qualitative descriptive method with a distribution-reading technique. The data source consists of 15 digital announcements on campus social media and 10 signboards or banners around the campus. The results show that spelling errors (typos and non-standard words) are the most dominant type of error, followed by morphological errors and ineffective sentences caused by pleonasm and ambiguous structures. This study implies the importance of increasing linguistic awareness through language optimization in public and academic spaces. Analisis Kesalahan Berbahasa pada Media Informasi Akademik dan Ruang Publik di Sekitar Lingkungan Kampus. Bahasa merupakan alat komunikasi utama yang harus digunakan secara tepat, terlebih di lingkungan akademis. Namun, kenyataannya masih banyak ditemukan kesalahan berbahasa pada media pengumuman akademik digital maupun papan informasi ruang publik di sekitar kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis bentuk kesalahan ejaan, diksi, dan kalimat efektif berdasarkan Ejaan yang Disempurnakan (EYD V) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak-catat. Sumber data berupa 15 unggahan pengumuman digital di media sosial kampus dan 10 papan nama atau spanduk di sekitar lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan (penulisan kata baku dan tanda baca) menjadi jenis kesalahan paling dominan, diikuti oleh kesalahan morfologis serta ketidakefektifan kalimat akibat pleonasme dan struktur rancu. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran kebahasaan melalui optimalisasi penyuntingan bahasa di ruang publik dan akademik.
Copyrights © 2026