Kanker merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga menimbulkan berbagai masalah psikologis, salah satunya ansietas. Ansietas yang dialami klien kanker dapat memengaruhi kualitas hidup, kemampuan beradaptasi, serta kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi keperawatan jiwa ners generalis dan spesialis dalam menurunkan respons ansietas pada klien kanker di Ruang Anyelir RSUD Kota Bogor. Penelitian kuasi-eksperimental ini melibatkan 30 klien kanker yang dibagi ke dalam dua kelompok intervensi dengan pendekatan Model Stres Adaptasi Stuart dan Caring Swanson. Kelompok pertama memperoleh intervensi ners generalis, thought stopping, dan psikoedukasi keluarga, sedangkan kelompok kedua memperoleh intervensi ners generalis, thought stopping, dan Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi melalui pengukuran respons kognitif, afektif, fisiologis, perilaku, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami penurunan tanda dan gejala ansietas yang bermakna secara statistik (p<0,05). Pada kelompok thought stopping dan psikoedukasi keluarga, penurunan gejala mencapai 84,62%, sedangkan pada kelompok thought stopping dan ACT berkisar antara 80,00% hingga 91,67%. Penelitian ini menunjukkan integrasi intervensi keperawatan jiwa ners generalis dan terapi spesialis efektif menurunkan respons ansietas pada klien kanker. Kombinasi thought stopping dan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) menunjukkan hasil yang lebih optimal.
Copyrights © 2026