Fenomena penutupan layanan game AAA Concord pasca peluncuran menyoroti krusialnya penerimaan pasar terhadap aspek visual karakter. Penelitian ini menganalisis kegagalan desain karakter Emari dalam mengomunikasikan peran mekaniknya dan dampaknya terhadap polarisasi pemain. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori shape language dan netnografi, penelitian ini mendekonstruksi elemen visual Emari serta membandingkannya dengan standar industri melalui karakter The Heavy (Team Fortress 2). Temuan menunjukkan bahwa dominasi bentuk lingkaran pada Emari menciptakan kontradiksi psikologis dengan peran Tank yang seharusnya merepresentasikan kekokohan, diperburuk oleh tingginya visual noise yang menghambat keterbacaan siluet. Ketidakefektifan visual ini memicu kegagalan avatar identification, yang berujung pada penolakan komunitas dan hilangnya nilai produk. Penelitian menyimpulkan bahwa keselarasan antara bentuk visual dan fungsi karakter merupakan fondasi vital bagi keberlanjutan game model Live Service.
Copyrights © 2026