Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan strategi manajemen PT Telkom Indonesia Tbk dan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk dalam menghadapi persaingan industri telekomunikasi di Indonesia melalui pendekatan Boston Consulting Group Matrix. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari laporan tahunan perusahaan. Analisis dilakukan dengan mengukur tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif pada setiap divisi bisnis untuk menentukan posisi bisnis ke dalam kategori Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Telkom Indonesia Tbk memiliki kondisi bisnis yang lebih stabil karena sebagian besar divisinya berada pada kategori Cash Cow dan didukung satu divisi kategori Star yang berpotensi mendorong pertumbuhan perusahaan. Sebaliknya, PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk lebih banyak berada pada kategori Question Mark, yang menunjukkan adanya peluang pertumbuhan namun belum didukung oleh penguasaan pasar yang kuat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PT Telkom Indonesia Tbk lebih berorientasi mempertahankan keunggulan kompetitif dan optimalisasi profitabilitas, sedangkan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk berfokus pada peningkatan daya saing dan perluasan pangsa pasar. Perbedaan posisi bisnis tersebut memengaruhi strategi perusahaan dalam menghadapi transformasi digital dan dinamika persaingan industri telekomunikasi.
Copyrights © 2026