Pelaku UMKM Toko Sayur telah memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai media pembayaran digital, namun data transaksi belum diintegrasikan dengan penyusunan laporan posisi keuangan sehingga pengelolaan keuangan belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan mitra dalam melakukan pencatatan transaksi dan menyusun laporan posisi keuangan berbasis digital. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, observasi, wawancara, pendampingan penggunaan QRIS, pendampingan penyusunan laporan posisi keuangan, serta evaluasi hasil pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam pencatatan transaksi, penyusunan laporan posisi keuangan, dan pemanfaatan data transaksi sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Pendampingan juga meningkatkan ketertiban administrasi keuangan dan pemahaman mitra terhadap pentingnya pengelolaan keuangan berbasis digital. Dengan demikian, integrasi QRIS dan laporan posisi keuangan menjadi strategi yang efektif untuk mendukung digitalisasi pengelolaan keuangan serta meningkatkan kualitas tata kelola keuangan UMKM
Copyrights © 2026