Permasalahan sampah di Indonesia, terutama di Kota Kendari, semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi dan pola konsumsi masyarakat. Akumulasi sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lingkungan, termasuk gangguan pernapasan, penyakit kulit, diare, serta pencemaran pada udara dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara jarak tempat tinggal dengan tingkat pemahaman masyarakat Lorong Hombis, Kelurahan Lepo-lepo tentang dampak kesehatan lingkungan yang diakibatkan oleh keberadaan TPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner terstruktur, lalu dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square pada aplikasi IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tinggal jauh atau sedang dari TPS menunjukkan tingkat pengetahuan yang lebih baik (78,6%) dibandingkan dengan responden yang tinggal dekat TPS (31,3%). Uji statistik mengungkapkan nilai p-value sebesar 0,010 (<0,05), sehingga terdapat hubungan signifikan antara jarak rumah ke TPS dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian hubungan spasial tempat tinggal dengan tingkat pemahaman kesehatan lingkungan masyarakat lokal
Copyrights © 2026