Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cycle Repeat Plastic as Technology Management Waste and The impact To Health Society in Indonesia: A Review Yunizah, Afifa; Amalia, Husnul; Septiani Seba, Melinda; Mildah
Journal of Epidemiology and Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): January - April
Publisher : Yayasan Cipta Anak Bangsa (YCAB) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/jehs.v3i1.1722

Abstract

Background: The waste problem is worsening with population growth, leading to a surge in consumer goods and waste accumulation. The growth in waste volume is also influenced by the ever-expanding food industry, which regularly produces waste. Plastic waste is one of the most common types of waste found around us and can contribute to environmental pollution. Objective: This study aims to analyze the role of plastic recycling as a waste management technology in reducing the volume of plastic waste and assessing its impact on public health. Methods: A Systematic Literature Review (SLR) was conducted by collecting and analyzing articles from Google Scholar, following the PRISMA ( Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses ) guidelines. Results: The results of the study indicate that plastic waste management in Indonesia still faces a number of obstacles, including low levels of public awareness, limited infrastructure, and lack of regulatory support . Conclusion: The problem of waste, especially plastic, is a major obstacle to maintaining environmental sustainability and public health. Various types and sources of waste require proper management; if waste is not managed properly, it will become a nuisance. so It will cause pollution, damage the environment , and trigger various types of diseases . These challenges are increasing with population growth, urbanization, and a lack of public awareness about the importance of waste management . Therefore, plastic recycling is a crucial strategy in building an effective, integrated, and sustainable waste management system. Keywords: Plastic waste, recycling, waste management, 3R, environmental sustainability.
HUBUNGAN JARAK RUMAH DARI TPS DENGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT HOMBIS MENGENAI DAMPAK KESEHATAN yunizah, afifa; Karimuna, Siti Rabbani; Praitiwi, Tatya Devina; Barthimeus, Nadya Elysabet; Faradhina R., Regina Afifa; Dwi Lestari, Nurcahyani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2748

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia, terutama di Kota Kendari, semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi dan pola konsumsi masyarakat. Akumulasi sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lingkungan, termasuk gangguan pernapasan, penyakit kulit, diare, serta pencemaran pada udara dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara jarak tempat tinggal dengan tingkat pemahaman masyarakat Lorong Hombis, Kelurahan Lepo-lepo tentang dampak kesehatan lingkungan yang diakibatkan oleh keberadaan TPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner terstruktur, lalu dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square pada aplikasi IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tinggal jauh atau sedang dari TPS menunjukkan tingkat pengetahuan yang lebih baik (78,6%) dibandingkan dengan responden yang tinggal dekat TPS (31,3%). Uji statistik mengungkapkan nilai p-value sebesar 0,010 (<0,05), sehingga terdapat hubungan signifikan antara jarak rumah ke TPS dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian hubungan spasial tempat tinggal dengan tingkat pemahaman kesehatan lingkungan masyarakat lokal