Bullying behavior among students remains a serious problem in educational settings. This study aims to examine the application of a love-based curriculum in shaping social behavior and preventing bullying. The method used was a qualitative approach with case studies through observation, interviews, and documentation. The results show that a love-based curriculum can foster empathy, mutual respect, cooperation, and social awareness. This curriculum also creates a positive, safe, and inclusive school environment that can reduce bullying behavior and support the sustainable development of students' character. Perilaku bullying pada siswa masih menjadi masalah serius di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan kurikulum berbasis cinta dalam membentuk perilaku sosial dan mencegah bullying. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis cinta mampu menumbuhkan empati, sikap saling menghargai, kerja sama, dan kepedulian sosial. Kurikulum ini juga menciptakan lingkungan sekolah yang positif, aman, dan inklusif sehingga dapat mengurangi perilaku bullying serta mendukung perkembangan karakter siswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026