Pandemi yang telah berlalu serta disrupsi digital telah menyebabkan meningkatnya kasus krisis kesehatan mental di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas layanan konseling responsif dalam menangani krisis kesehatan mental yang dialami siswa pascapandemi dan di tengah arus disrupsi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru bimbingan dan konseling serta siswa di tiga sekolah menengah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling responsif mampu mengurangi secara signifikan gejala stres, kecemasan, dan gangguan emosional pada siswa, terutama ketika pendekatan konseling disesuaikan dengan kebutuhan individu serta memanfaatkan media digital yang relevan. Layanan ini juga berperan sebagai jembatan adaptif yang membantu siswa menyeimbangkan kehidupan sosial, akademik, dan digital mereka secara sehat.
Copyrights © 2026