Desa Sukorejo, kaya akan sumber daya alam salah satunya berupa bunga dan daun yang dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi produk kreatif bernilai jual. Inisiasi mahasiswa KKN 72 yang menggandeng anggota Kelompok PKK, menghadirkan program EcoSuko untuk mengubah potensi alam melalui suatu teknik pewarnaan kain ramah lingkungan yaitu ecoprint. Program ini mendorong pemberdayaan perempuan serta menciptakan alternatif wisata edukatif. Program Ecoprint Sukorejo dilaksanakan pada Agustus 2025 di Posyandu Cendrawasih, Dusun Rambakan, dengan tiga tahap utama. Pertama, tahap persiapan yang meliputi survei lokasi dan penyusunan modul pelatihan, dengan menekankan identifikasi daun dan bunga lokal sebagai sumber pewarna alami. Kedua, pelaksanaan pelatihan yang membekali peserta dengan teknik ecoprint serta proses fiksasi warna menggunakan tunjung dan tawas. Ketiga, evaluasi menilai kehadiran, antusiasme, dan kualitas produk yang dihasilkan, sekaligus mengumpulkan masukan untuk penyempurnaan program. Program EcoSuko membuktikan bahwa ecoprint bukan sekadar teknik batik, melainkan jembatan antara pelestarian alam, kreativitas lokal, dan kemandirian ekonomi. Keberlanjutan inisiatif ini memerlukan peningkatan kualitas desain, pendampingan lanjutan, dan penguatan saluran pemasaran digital. Dengan langkah-langkah tersebut, ecoprint Sukorejo berpotensi menjadi ikon eduwisata dan produk unggulan desa, memperkuat identitas lokal sekaligus menumbuhkan kesejahteraan komunitas.
Copyrights © 2026