JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA
Vol 4 No 4 (2026): Agustus

PENIPUAN MIKRO DI MEDIA SOSIAL (INSTAGRAM DAN X) PADA KALANGAN MAHASISWA

Ciek Julyati Hisyam (Universitas Negeri Jakarta)
Ashfiya Salsabila (Universitas Negeri Jakarta)
Ardelia Zahirah Rahman (Universitas Negeri Jakarta)
Afifah Maharani (Universitas Negeri Jakarta)
Nabilah Destin Amelia (Universitas Negeri Jakarta)



Article Info

Publish Date
23 Jun 2026

Abstract

Pesatnya ekspansi transaksi digital informal di platform media sosial telah menciptakan ekosistem yang sangat rentan terhadap kejahatan siber yang menyasar demografi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penipuan mikro (micro-scamming) di kalangan mahasiswa pada platform Instagram dan X menggunakan Teori Aktivitas Rutin dan Teori Labeling. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dihimpun melalui wawancara daring berbasis teks dan studi dokumentasi digital dari empat informan mahasiswa yang mengalami kerugian finansial berkisar antara Rp20.000 hingga Rp200.000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penipuan mikro bermanifestasi melalui konvergensi pelaku yang memanfaatkan anonimitas siber, target mahasiswa yang sesuai, dan ketiadaan penjaga transaksi yang cakap secara total. Lebih lanjut, fenomena tidak melapor (under-reporting) terjadi karena kalkulasi pilihan rasional yang pragmatis oleh korban, di mana biaya prosedur hukum formal dirasa jauh melebihi nilai kerugian material yang kecil. Secara sosial, terjadi proses de-labeling digital yang menormalisasi kejahatan ini sebagai sekadar "nasib apes" atau kecerobohan konsumen, sehingga menggeser beban keamanan kepada korban dan memungkinkan pelaku beroperasi secara berulang. Konsekuensinya, siklus penipuan mikro yang berkelanjutan ini menyebabkan penurunan kepercayaan sosial digital secara sistemik dan menumbuhkan budaya ketidakpercayaan yang meluas (generalized distrust), yang secara struktural mengganggu jaringan ekonomi informal peer-to-peer yang diandalkan oleh mahasiswa dengan daya beli terbatas. Implikasi ini menunjukkan bahwa pengembang media sosial harus menerapkan mekanisme deteksi penipuan berbasis kecerdasan buatan, dan institusi pendidikan tinggi perlu mengintegrasikan program keamanan digital yang kritis guna membangun kembali modal sosial digital yang aman. Kata Kunci: Anonimitas Siber; De-Labeling; Kepercayaan Sosial Digital; Penipuan Mikro; Tidak Melapor.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jipm

Publisher

Subject

Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Library & Information Science Medicine & Pharmacology

Description

JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin Ilmu diantaranya yaitu: Ilmu Sosial Humaniora, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, ...