Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya dokumentasi mengenai variasi bahasa lokal, khususnya penggunaan reduplikasi dalam dialek Melayu Riau di wilayah Rokan Hulu. Padahal, reduplikasi dialek lokal memiliki ciri unik yang merefleksikan kebudayaan masyarakat penuturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis bentuk dan fungsi reduplikasi dalam bahasa Melayu Riau dialek Rokan Hulu di Desa Tanjung Belit, serta mengidentifikasi jenis dan makna gramatikalnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara semi-terstruktur dan rekaman audio dari tuturan lisan masyarakat penutur asli, kemudian dianalisis berdasarkan teori morfologi Abdul Chaer. Hasil penelitian menemukan 14 data bentuk reduplikasi yang terdiri atas 10 data konsisten utuh (reduplikasi penuh) seperti urang-urang dan pagi-pagi , 1 data berulang sebagian ( pepaja ), serta 3 data berulang berkombinasi dengan pembubuhan afiks seperti moangkek-angkek . Jenis reduplikasi penuh ditemukan paling dominan, sementara reduplikasi dengan perubahan fonem tidak ditemukan. Fungsi semantis dan makna gramatikal yang dihasilkan meliputi makna jamak, intensitas atau penegasan, keberagaman, kolektif atau kebersamaan, repetitif, dan hubungan resiprokal. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi dalam dialek ini sangat produktif dan memiliki keterikatan erat dengan konteks sosial budaya setempat. Temuan ini berkontribusi penting pada penyediaan data empiris kebahasaan guna mendukung upaya pelestarian bahasa daerah dari kepunahan.
Copyrights © 2026