Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Campur Kode Dalam Podcast Pandji:Cara Berdamai Dengan Kesalahan dan Kritik di Media Sosial di YouTube Nihongo Mantappu Ardela Rahmadani; Marshanda Marshanda; Fatmawati Fatmawati
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wujud serpihan bahasa dalam fenomena campur kode (code-mixing) serta mengungkap alasan atau faktor penyebab terjadinya gejala sosiolinguistik tersebut dalam konteks komunikasi di media sosial. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah konten video podcast pada kanal YouTube Nihongo Mantappu yang berkolaborasi dengan Pandji Pragiwaksono dalam topik bertajuk “Cara Berdamai dengan Kesalahan dan Kritik di Media Sosial”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dibingkai dalam kajian sosiolinguistik. Pengumpulan data menerapkan metode simak dengan teknik dasar Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), diikuti dengan teknik rekam dan teknik catat. Analisis data dilakukan secara induktif melalui empat tahap, yaitu reduksi data, klasifikasi data, deskripsi dan analisis konteks, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai wujud campur kode bahasa Inggris ke dalam struktur kalimat bahasa Indonesia yang utuh, yang meliputi tingkat kata, frasa, akronim, hingga hibridisasi morfologis (seperti kata/frasa stand up, milestone, challenge-nya, soundcheck, different skill, FOMO-nya, making some redemption, noise, vent, purpose, content creator, public speaking, hype, deactivate, dan fair-fair aja). Temuan analisis membuktikan bahwa penggunaan variasi bahasa tersebut dipicu oleh faktor sosiolinguistik dan psikolinguistik, meliputi aspek ekonomisasi bahasa, kebutuhan register teknis, penegas wacana (discourse emphatic), metalinguistic awareness, pengaruh antarmuka (interface) teknologi, hingga kebutuhan mengekspresikan konsep abstrak filosofis yang dirasa kurang memiliki kedalaman makna jika menggunakan kosakata lokal harian. Fenomena ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika perkembangan bahasa dan pola interaksi multibahasa di era digital saat ini.
REDUPLIKASI BAHASA MELAYU RIAU DIALEK ROKAN HULU DI DESA TANJUNG BELIT Ardela Rahmadani; Alber Alber
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2730

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya dokumentasi mengenai variasi bahasa lokal, khususnya penggunaan reduplikasi dalam dialek Melayu Riau di wilayah Rokan Hulu. Padahal, reduplikasi dialek lokal memiliki ciri unik yang merefleksikan kebudayaan masyarakat penuturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis bentuk dan fungsi reduplikasi dalam bahasa Melayu Riau dialek Rokan Hulu di Desa Tanjung Belit, serta mengidentifikasi jenis dan makna gramatikalnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara semi-terstruktur dan rekaman audio dari tuturan lisan masyarakat penutur asli, kemudian dianalisis berdasarkan teori morfologi Abdul Chaer. Hasil penelitian menemukan 14 data bentuk reduplikasi yang terdiri atas 10 data konsisten utuh (reduplikasi penuh) seperti urang-urang dan pagi-pagi , 1 data berulang sebagian ( pepaja ), serta 3 data berulang berkombinasi dengan pembubuhan afiks seperti moangkek-angkek . Jenis reduplikasi penuh ditemukan paling dominan, sementara reduplikasi dengan perubahan fonem tidak ditemukan. Fungsi semantis dan makna gramatikal yang dihasilkan meliputi makna jamak, intensitas atau penegasan, keberagaman, kolektif atau kebersamaan, repetitif, dan hubungan resiprokal. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi dalam dialek ini sangat produktif dan memiliki keterikatan erat dengan konteks sosial budaya setempat. Temuan ini berkontribusi penting pada penyediaan data empiris kebahasaan guna mendukung upaya pelestarian bahasa daerah dari kepunahan.