ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan pola makan, aktivitas fisik, dan faktor risiko metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan nasinasi/daun katuk (Sauropus Androgynus) dalam edukasi gizi masyarakat untuk PTM di Desa Batugana Kecamatan Padang Bolak Julu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan data kuantitatif sederhana. Sampel terdiri atas 20 responden masyarakat, 2 kader posyandu, dan 1 tenaga kesehatan desa yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner sederhana, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta persentase. Hasil menunjukkan 90% responden mengenal daun katuk sebagai sayuran lokal, 80% percaya daun katuk bermanfaat untuk kesehatan, 70% mengaitkannya dengan pola makan sehat untuk pencegahan PTM, dan 65% mengonsumsinya satu sampai tiga kali per minggu. Daun katuk berpotensi menjadi media edukasi gizi berbasis etnosains karena dekat dengan budaya masyarakat, mengandung serat dan senyawa bioaktif, serta mudah diperoleh. Edukasi perlu menekankan bahwa daun katuk merupakan pangan pendukung, bukan pengganti obat, skrining, atau konsultasi kesehatan. Kata kunci : Daun katuk, edukasi gizi, etnosains, penyakit tidak menular, pangan lokal.
Copyrights © 2026