Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan secara psikologis, ditandai dengan gejolak emosi yang belum stabil dan pencarian identitas diri yang intensif. Di era digital yang terus berkembang, remaja Kristen menghadapi tantangan tambahan berupa paparan media sosial, konten negatif, dan krisis identitas yang semakin kompleks. Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) diyakini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus mendorong kematangan emosi remaja Kristen di tengah arus digitalisasi ini. Kajian literatur ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran PAK terhadap dua aspek tersebut berdasarkan penelitian-penelitian yang diterbitkan dalam kurun waktu 2020 hingga 2024. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAK berkontribusi signifikan dalam internalisasi nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan penguasaan diri yang menjadi fondasi karakter remaja. Selain itu, PAK juga terbukti mendukung kematangan emosi remaja melalui pembentukan regulasi diri berbasis iman, penguatan kesehatan mental rohani, serta pengembangan kecerdasan emosional yang berakar pada spiritualitas Kristen. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pembelajaran PAK yang kontekstual, integratif, dan berpusat pada pengembangan whole-person remaja Kristen.
Copyrights © 2026