Industri manufaktur dan fabrikasi logam di Indonesia, khususnya di kota Batam, merupakan sektor strategis yang menopang rantai pasokan industri perkapalan, minyak dan gas, serta konstruksi baja. Dalam proses produksi berbasis pengelasan, kualitas hasil las menjadi indikator utama keberhasilan operasional suatu perusahaan (Saragih, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tingginya tingkat welding repair di PT. XYZ Batam dan dampaknya terhadap produktivitas welder. Metode yang digunakan adalah metode Root Cause Analysis(RCA) dengan pendekatan Fishbone Diagram dan 5 Whys analysis. Pengumpulan data didukung oleh kuesioner berbasis skala Likert yang diberikan kepada 34 responden. Validitas instrumen dikonfirmasi dengan nilai r hitung > r tabel (0,339) untuk seluruh 14 item pernyataan, dan reliabilitas dikonfirmasi dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,844. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Man (Manusia) merupakan penyebab dominan (41,2% responden), diikuti oleh Method (26,5%), serta faktor Material, Machine, Measurement, Environment dan Management. Analisis 5 Whys mengungkapkan bahwa akar masalah utama adalah human error akibat persepsi dan kebiasaan kerja welder yang tidak sesuai prosedur, khususnya penggunaan arus tinggi untuk menghilangkan slag tanpa penggerindaan. Dampak dari tingginya perbaikan lasan terhadap produktivitas meliputi pemborosan material (35,3%), kelelahan (23,5%), keterlambatan jadwal (20,6%) dan peningkatan jam lembur (235 menit). Rekomendasi untuk memperbaiki produktivitas mencakup pelatihan teknis berkala, penguatan pengawasan SOP, kalibrasi peralatan rutin, dan penerapan budaya RCA.
Copyrights © 2026