Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Pengendalian Kualitas Jarum suntik Hasil Pengecekan QC Incoming Dengan Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis): Studi kasus pada PT JMS Batam Widi Nugraha; Nandar Cundara; Rini Atma
Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI) Vol. 10 No. 1 (2025): JT-IBSI (Jurnal Teknik Ibnu Sina)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jt-ibsi.v10i1.1170

Abstract

Permasalahan kualitas telah mengarah pada taktik dan strategi perusahaan secara menyeluruh dalam rangka untuk memiliki daya saing dan bertahan terhadap persaingan global dengan produk perusahaan lain (Hatani, L, 2007). PT. Japan Medical Supply Batam (JMS) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur alat-alat kesehatan yang dibutuhkan rumah sakit. Salah satu produk yang paling ketat spesifikasi kualitasnya adalah jarum. Hal ini karena jarum suntik langsung berhubungan dengan kulit, maka kualitas ketajamannya harus sesuai dengan ketentuan yang sudah dicantumkan di Inspection Criteria. Dari bulan Oktober 2024 sampai Maret 2025 terdapat cacat material dengan jumlah persentase keseluruhan sebesar 2%. Berdasarkan analisa yang dilakukan terdapat 5 jenis cacat yang ditemukan, yaitu rusty, dented, foreign particle, scratch, dan flowmark. Dari kelima jenis cacat tersebut didapatkan bahwa cacat rusty adalah jenis cacat yang paling dominan (30%). Dengan menerapkan metode FMEA, faktor lingkungan dan manusia memiliki hasil perhitungan RPN tertinggi yaitu 80 dan 64. Oleh karena itu QA-Incoming menerapkan pencegahan di area penyimpanan dengan memberikan kotak penyimpanan tambahan dan pemesanan material secara terbatas, sedangkan dari sisi manusianya adalah dengan adanya pelatihan ulang terhadap SOP yang ada. Setelah tindakan tersebut dilaksanakan, QA incoming dapat menurunkan tingkat kecacatan yang awalnya sebesar 2% menjadi 0,54%.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS WELDER MENGGUNAKAN METODE ROOT CAUSE ANALYSIS DI PT XYZ BATAM Widi Nugraha; Zulkarnain Zulkarnain; A Dillah Tri Hasanah
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.9035

Abstract

Industri manufaktur dan fabrikasi logam di Indonesia, khususnya di kota Batam, merupakan sektor strategis yang menopang rantai pasokan industri perkapalan, minyak dan gas, serta konstruksi baja. Dalam proses produksi berbasis pengelasan, kualitas hasil las menjadi indikator utama keberhasilan operasional suatu perusahaan (Saragih, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tingginya tingkat welding repair di PT. XYZ Batam dan dampaknya terhadap produktivitas welder. Metode yang digunakan adalah metode Root Cause Analysis(RCA) dengan pendekatan Fishbone Diagram dan 5 Whys analysis. Pengumpulan data didukung oleh kuesioner berbasis skala Likert yang diberikan kepada 34 responden. Validitas instrumen dikonfirmasi dengan nilai r hitung > r tabel (0,339) untuk seluruh 14 item pernyataan, dan reliabilitas dikonfirmasi dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,844. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Man (Manusia) merupakan penyebab dominan (41,2% responden), diikuti oleh Method (26,5%), serta faktor Material, Machine, Measurement, Environment dan Management. Analisis 5 Whys mengungkapkan bahwa akar masalah utama adalah human error akibat persepsi dan kebiasaan kerja welder yang tidak sesuai prosedur, khususnya penggunaan arus tinggi untuk menghilangkan slag tanpa penggerindaan. Dampak dari tingginya perbaikan lasan terhadap produktivitas meliputi pemborosan material (35,3%), kelelahan (23,5%), keterlambatan jadwal (20,6%) dan peningkatan jam lembur (235 menit). Rekomendasi untuk memperbaiki produktivitas mencakup pelatihan teknis berkala, penguatan pengawasan SOP, kalibrasi peralatan rutin, dan penerapan budaya RCA.