Dislipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang sering tidak terdeteksi pada populasi dewasa, terutama pada usia produktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining profil lipid guna mengidentifikasi risiko kardiometabolik secara dini menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pemeriksaan meliputi kadar kolesterol total dan high-density lipoprotein (HDL), disertai edukasi kesehatan terkait gaya hidup. Sebanyak 98 partisipan dewasa terlibat dalam kegiatan ini dengan rerata usia 43,67±12,40 tahun dan dominasi perempuan (54,3%). Rerata kadar kolesterol total tercatat sebesar 213,62±34,63 mg/dL dengan mayoritas peserta berada dalam kategori hiperkolesterolemia (65,3%). Sementara itu, rerata kadar HDL adalah 52,73±18,84 mg/dL, dengan hanya 39,8% peserta memiliki kadar HDL yang baik, sedangkan sisanya berada pada kategori rendah (27,6%) dan sangat rendah (32,6%). Distribusi kadar HDL menunjukkan kecenderungan nilai yang lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki, meskipun variasi tetap ditemukan pada kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki profil lipid yang tidak optimal, yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Skrining berbasis komunitas ini efektif dalam mendeteksi gangguan lipid secara dini, bahkan pada individu yang tampak sehat. Integrasi skrining dengan edukasi mengenai pola makan sehat, peningkatan aktivitas fisik, serta pengendalian faktor risiko lainnya menjadi penting sebagai upaya promotif dan preventif untuk menurunkan beban penyakit kardiovaskular di masyarakat.
Copyrights © 2026