Status hidrasi dan karakteristik permukaan kulit merupakan indikator penting kondisi fisiologis yang sering terabaikan pada populasi dewasa, meskipun berperan dalam menjaga homeostasis tubuh dan integritas jaringan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining sederhana terhadap parameter komposisi tubuh terkait hidrasi dan minyak kulit menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pemeriksaan meliputi parameter water, hydration, dan oil yang mencerminkan distribusi cairan tubuh serta aktivitas kelenjar sebasea, disertai edukasi kesehatan kepada peserta. Sebanyak 109 partisipan dewasa terlibat dengan rerata usia 42,81±13,55 tahun dan dominasi perempuan (67,9%). Rerata nilai water sebesar 12,89±1,95 dan hydration 41,21±9,68 menunjukkan adanya variasi status hidrasi antarindividu, meskipun sebagian besar masih berada dalam kisaran fisiologis. Parameter oil memiliki rerata 5,84±1,09 dengan distribusi yang relatif homogen. Analisis berdasarkan jenis kelamin menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna pada kadar minyak kulit antara laki-laki dan perempuan, yang menunjukkan bahwa faktor hormonal bukan satu-satunya determinan utama dalam populasi ini. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi hidrasi dan karakteristik kulit dalam populasi komunitas bersifat heterogen, namun secara umum masih dalam batas normal. Skrining berbasis komunitas ini efektif dalam memberikan gambaran awal kondisi fisiologis individu serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidrasi yang adekuat dan perawatan kulit. Integrasi skrining dengan edukasi kesehatan dan intervensi promotif-preventif diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, meningkatkan kualitas hidup, serta mencegah gangguan kesehatan terkait hidrasi di masa mendatang.
Copyrights © 2026