Evaluasi dalam pendidikan bukan sekadar alat pengukur keberhasilan belajar, tetapi juga merupakan cerminan dari nilai-nilai filosofis yang dianut dalam suatu sistem pendidikan. Dalam perspektif Islam, evaluasi dipandang sebagai proses yang menyeluruh dan bermakna, yang tidak hanya menilai hasil akhir tetapi juga niat, proses, serta dampaknya terhadap akhlak dan spiritualitas peserta didik. Sementara itu, dalam perspektif Barat, evaluasi lebih menekankan pada aspek rasional dan empiris, dengan orientasi pada pengukuran objektif terhadap pencapaian pembelajaran yang dapat dinilai secara kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis literatur keislaman dan pemikiran filsafat pendidikan Barat yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua pendekatan memiliki kelebihan masing-masing; Islam menekankan nilai dan makna, sedangkan Barat menekankan struktur dan akurasi pengukuran. Oleh karena itu, diperlukan integrasi konsep filosofis dari kedua pandangan untuk membangun sistem evaluasi pendidikan yang komprehensif, humanis, dan bernilai spiritual. Evaluasi yang ideal adalah evaluasi yang tidak hanya objektif secara akademik, tetapi juga mendidik secara moral.
Copyrights © 2026