JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL
Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)

HUBUNGAN KUALITAS FISIK BIOLOGI AIR MINUM DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN BELAWAN II LINGKUNGAN 14 KECAMATAN MEDAN BELAWAN KOTA MEDAN TAHUN 2026

Seri Asnawati Munthe (Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia)
Lia Rosa Veronika Sinaga (Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia)
Jasmen Manurung (Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia)
Yolanda Manullang (Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 May 2026

Abstract

Latar belakang : Stunting adalah kondisi yang ditandai oleh kekurangan gizi pada anak, adanya infeksi yang berlangsung dalam jangka waktu lama, serta diidentifikasi melalui pengukuran tinggi badan menurut umur pada balita yang berada di bawah standar normal (Kemenkes RI, 2016). Kondisi ini mencerminkan masalah gizi kronis yang terjadi secara bertahap dan berkelanjutan. Di Kecamatan Medan Belawan angka stunting masih tergolong tinggi meskipun secara keseluruhan Kota Medan mengalami penurunan kasus dari 288 kasus pada tahun 2023 menjadi 188 kasus hingga Agustus 2024, dengan Kecamatan Medan Belawan tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi kasus tertinggi. Air minum yang terkontaminasi bakteri coliform berpotensi menimbulkan infeksi berulang seperti diare, sehingga mengganggu penyerapan zat gizi pada balita Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan kualitas fisik, biologi air minum yang dikonsumsi rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Belawan II, Lingkungan 14, Kecamatan Medan Belawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Keluarga yang memiliki balita usia 0–59 bulan yang berjumlah 50 orang sekaligus sebagai sampel. Selanjutnya dilakukananalisa analisa data yaitu dengan univariat dan bivariate. Bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan tingkat kepercayaan 95 % (α) = 0,05. pemilihan uji Chi-Square didasarkan pada skala data nominal dan tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh antara dua variabel kategorik (Lemeshow et al.,2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air minum yang memenuhi syarat kesehatan secara fisik 48 % dan syarat biologi 52 %. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum baik fisik maupun biologi dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan Kota Medan Tahun 2026. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas air minum, sanitasi lingkungan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk menurunkan kejadian stunting pada balita.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

tekesnos

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Computer Science & IT Education Engineering Health Professions Industrial & Manufacturing Engineering Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Nursing Physics Public Health Social Sciences

Description

Focus: Jurnal Teknologi Kesehatan dan Ilmu Sosial (TEKESNOS) diterbitkan oleh Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi, Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan serta Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media ...