ABSTRACT History education plays an important role in fostering students’ critical thinking and democratic attitudes through dialogue and the exchange of ideas. Previous studies on discussion-based learning have primarily focused on learning outcomes and critical thinking skills, while research examining classroom discussions in history learning through the lens of Jürgen Habermas’s communicative rationality, particularly in vocational high schools, remains limited. This study aims to analyze the practice of communicative rationality in history learning discussions among students of class XI TKJ 2 at SMK Antartika Surabaya. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observations, interviews, and documentation and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that history learning discussions reflected several dimensions of communicative rationality, particularly freedom of expression, openness to different viewpoints, and the use of argumentation to achieve mutual understanding, which emerged as the most dominant characteristics during classroom interactions. However, unequal student participation and the persistence of teacher authority structures remained obstacles to achieving an ideal speech situation. This study contributes to extending the application of Habermas’s communicative rationality theory in history education by demonstrating how classroom discussions can function as democratic learning spaces that encourage participation, dialogue, and consensus-building. The findings highlight the importance of creating more inclusive discussion practices to strengthen democratic values and communicative competence in history learning. ABSTRAK Pembelajaran sejarah memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sikap demokratis peserta didik melalui proses dialog dan pertukaran gagasan. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji metode diskusi dalam pembelajaran sejarah, sebagian besar masih berfokus pada peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis, sedangkan kajian yang menganalisis praktik diskusi pembelajaran sejarah menggunakan perspektif rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas, khususnya pada konteks Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik rasionalitas komunikatif dalam diskusi pembelajaran sejarah di kelas XI TKJ 2 SMK Antartika Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik diskusi pembelajaran sejarah telah mencerminkan karakteristik rasionalitas komunikatif melalui kebebasan menyampaikan pendapat, keterbukaan terhadap argumentasi yang berbeda, serta upaya mencapai kesepahaman secara rasional yang menjadi aspek paling dominan dalam interaksi pembelajaran. Namun demikian, ketimpangan partisipasi peserta didik dan dominasi otoritas guru masih menjadi kendala dalam mewujudkan komunikasi yang sepenuhnya setara. Temuan ini menegaskan bahwa kelas sejarah berpotensi menjadi ruang dialog demokratis yang mendukung terbentuknya budaya komunikasi partisipatif, sekaligus memperluas penerapan teori rasionalitas komunikatif Habermas dalam kajian pendidikan sejarah. Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran sejarah yang lebih dialogis, reflektif, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai demokrasi di sekolah.
Copyrights © 2026