Pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan keterampilan proses sains. Namun kemampuan berpikir kritis, kolaborasi dan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah saat ini belum tercapai secara maksimal, karena praktik pembelajaran di kelas masih cenderung berpusat pada guru. Peserta didik mendengarkan penjelasan guru dan setelah itu peserta didik mengerjakan soal-soal latihan dan membahasnya khususnya pada materi klasifikasi zat di kelas VII SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan pembelajaran kolaboratif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkolaborasi dengan teman lain dan keterampilan IPA peserta didik dalam . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subyek penelitian 31 peserta didik kelas VIIA SMP Santo Yusup Pacet tahun ajaran 2025–2026. Teknik pengumpulan data dengan tes pengetahun, observasi keterampilan proses dan observasi sikap peserta didik. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar setiap siklus, lalu membandingkanya antara siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai kognitif dari 68,28 pada pra-siklus menjadi 75,29 pada siklus I dan 76,52 pada siklus II, dengan persentase ketuntasan meningkat dari 35,48% menjadi 83,87%. Keterampilan proses juga meningkat dari 82,86 menjadi 85,69. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kolaboratif sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kristis, kemampuan berkolaborasi dan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah.
Copyrights © 2026