Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kualitas pelayanan penyuluhan pertanian di Kabupaten Serang yang ditunjukkan oleh adanya kesenjangan antara harapan dan persepsi petani terhadap layanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan penyuluhan pertanian berdasarkan dimensi SERVQUAL serta mengidentifikasi prioritas perbaikan pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Populasi penelitian adalah 2.124 kelompok tani di Kabupaten Serang, dengan sampel sebanyak 96 responden yang ditentukan melalui teknik multistage cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner SERVQUAL, pedoman wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SERVQUAL Gap untuk data kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif untuk memperdalam hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi pelayanan memiliki nilai gap negatif dengan nilai rata-rata Service Quality sebesar 0,590. Dimensi responsiveness memiliki kesenjangan terbesar, terutama pada aspek kehadiran penyuluh di lapangan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan penyuluhan pertanian belum memenuhi harapan petani sehingga diperlukan peningkatan jumlah penyuluh, penguatan pendampingan, pemerataan pelayanan, serta pengembangan literasi digital petani.
Copyrights © 2026