Pemanfaatan bahan alam sebagai indikator asam-basa menjadi alternatif ramah lingkungan dalam pembelajaran kimia. Umbi ubi Banggai ungu (Dioscorea alata L.) varietas Doso mengandung antosianin yang sensitif terhadap perubahan pH sehingga berpotensi digunakan sebagai bioindikator alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan ekstrak ubi Banggai ungu sebagai indikator asam-basa dan sumber belajar praktikum kimia. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium melalui ekstraksi maserasi bertingkat dengan pelarut n-Heksan, etil asetat, dan etanol 70%. Kandungan antosianin dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis metode pH diferensial. Ekstrak kemudian diuji pada larutan buffer pH 1–14 dan dikembangkan menjadi kertas tes kit (E-UBU). Hasil penelitian menunjukkan kadar total antosianin sebesar 63,5948 mg/L. Ekstrak menunjukkan perubahan warna merah pada suasana asam, tidak berwarna pada pH netral, dan hijau kebiruan hingga kuning pada suasana basa. Kertas tes kit E-UBU memiliki kestabilan warna hingga 1 bulan. Hasil uji kelayakan memperoleh skor rata-rata 82% dengan kategori sangat layak, sedangkan validasi penuntun praktikum memperoleh skor 87% dengan kategori sangat valid. Dengan demikian, ekstrak ubi Banggai ungu berpotensi sebagai bioindikator asam-basa dan sumber belajar praktikum kimia berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026