Transformasi Industri 4.0 menjadi urgensi bagi perusahaan manufaktur skala menengah guna mempertahankan daya saing di tengah volatilitas pasar, namun kendala integrasi teknologi sering kali menghambat efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sebuah ekosistem digital yang terintegrasi guna mendukung transisi digital pada perusahaan manufaktur menengah. Metode yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan kerangka kerja Enterprise Architecture untuk memetakan proses bisnis ke dalam sistem digital. Hasil penghitungan data menunjukkan peningkatan efisiensi alur kerja sebesar 27% dan reduksi lead time produksi mencapai 15% setelah pemodelan ekosistem diterapkan. Dalam pembahasannya, penelitian ini menyoroti bahwa sinkronisasi antara perangkat IoT di lini produksi dengan sistem manajemen basis data pusat merupakan kunci utama dalam meminimalisir silo informasi. Disimpulkan bahwa perancangan ekosistem digital yang tepat sasaran terbukti mampu mengoptimalkan performa industri manufaktur menengah, sekaligus menyediakan fondasi yang skalabel untuk adopsi teknologi masa depan.
Copyrights © 2026