Emas merupakan aset lindung nilai (save haven) yang banyak digunakan investor untuk meengurangi risiko ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Namun,pergerakan harga emas yang cenderung volatile dan tidak stabil menyebabkan proses peramalannya menjadi kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan model hibrida ARIMA-GARCH dalam meramalkan harga emas selama periode ketidakpastian global. Data yang digunakan berupa harga penutupan emas harian (XAU/USD) dari Januari 2020 hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA (2,1,22) memiliki nilai Akaike Information Criterion (AIC) terendah, tetapi tidak memenuhi asumsi stasioneritas karena nilai modulus autogressive yang tidak stabil. Pengujian lebih lanjut menunjukkan adanya efek ARCH pada residual, sehingga diperlukan permodelan GARCH. Model GARCH (0,1,2) dengan komponen rata-rata MA(2) dipilih sebagai model terbaik karena mampu mengatasi heteroskedastisitas yang ditunjukkan oleh hasil uji ARCH dengan nilai probabilitas lebih besar dari 0,05. Evaluasi kinerja model menghasilkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 18,37%, yang menunjukkan tingkat akurasi peramalan yang baik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa model ARIMA-GARCH cukup efektif dalam memprediksi harga emas pada periode volatilitas tinggi dan dapat digunakan sebagai alat pendukung pengambilan keputusan investasi
Copyrights © 2026