BASHAIR
Vol 6 No 1 (2026): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir

ANALISIS KOMPARATIF TARJAMAH QS. AN-NISA’ AYAT 34 DALAM TAFSIR AL-AZHAR DAN TAFSIR AL-MISHBAH

Muhammad Alif Ramadhan (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
Andi Abdul Hamzah (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)
Khairudin (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2026

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji secara komparatif terjemahan QS. An-Nisā' ayat 34 dalam Tafsir Al-Azhar karya Hamka dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dengan menggunakan kerangka analisis tarjamah harfiyah dan tarjamah tafsiriyah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan sumber data primer berupa teks terjemahan dari kedua tafsir tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode komparatif yang menitikberatkan pada aspek pilihan diksi, struktur kalimat, dan penerjemahan istilah-istilah kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mufasir memadukan unsur tarjamah harfiyah dan tarjamah tafsiriyah, namun dengan kecenderungan yang berbeda. Tafsir Al-Misbah lebih dominan menerapkan strategi yang mendekati tarjamah harfiyah melalui pemertahanan istilah Arab seperti qawwāmūn dan nusyūz guna menjaga kekayaan semantik teks sumber. Sebaliknya, Tafsir Al-Azhar lebih dominan menerapkan tarjamah tafsiriyah dengan menyajikan padanan bahasa Indonesia yang lebih komunikatif dan mudah dipahami pembaca umum. Perbedaan tersebut tidak mencerminkan pertentangan makna, melainkan orientasi yang berbeda dalam menyeimbangkan kesetiaan terhadap teks sumber dan keterpahaman pembaca bahasa sasaran. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah studi penerjemahan Al-Qur'an di Indonesia serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman dinamika penerjemahan makna Al-Qur'an ke dalam bahasa Indonesia. Abstract This study comparatively examines the translation of QS. An-Nisā' verse 34 in Tafsir Al-Azhar by Hamka and Tafsir Al-Misbah by M. Quraish Shihab, employing the analytical framework of literal translation (tarjamah harfiyah) and interpretive translation (tarjamah tafsiriyah). A qualitative approach based on library research was adopted, with primary data sourced from the translation texts of both works. Data were collected through documentation and analyzed using a comparative method focusing on lexical choices, sentence structures, and the translation of key terms. The findings reveal that both exegetes combine elements of literal and interpretive translation, albeit with differing tendencies. Tafsir Al-Misbah predominantly employs a strategy closer to literal translation by retaining Arabic terms such as qawwāmūn and nusyūz in order to preserve the semantic richness of the source text. In contrast, Tafsir Al-Azhar predominantly applies interpretive translation by offering Indonesian equivalents that are more communicative and accessible to general readers. These differences do not reflect a conflict of meaning, but rather distinct orientations in balancing fidelity to the source text and comprehensibility for the target readership. This study is expected to enrich the scholarship of Quranic translation studies in Indonesia and contribute to an understanding of the dynamics of translating Quranic meaning into the Indonesian language.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

bashair

Publisher

Subject

Religion

Description

Jurnal Ilmu alQuran dan Tafsir concern menerbitkan karya ilmiah yang bertemakan kajian Alquran dengan Cakupan Kajian Ilmu Alquran, terjemahan Alquran, Studi Tafsir Alquran, Penelitian tentang Alquran dan Living ...