Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EKSISTENSI MANUSIA DAN TUGAS POKOKNYA DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM Andi Abdul Hamzah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2015): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.184 KB)

Abstract

This article describes the problem of human existence and the main task in the review of Islamic education. From the discussion, it is understood that that man as a creature of God Almighty. must be able to carry out the mandate of Allah. , the duties of life on earth. Human beings Allah. has two main tasks, namely: (1) as' abdullah , the servant of Allah. to be submissive and obedient to all the rules and His will and serve Him only; and (2) as the caliph of Allah swt. on earth, which includes the implementation of the tasks of the Caliphate of self, family, society, and the nature of the task Caliphate. It was hinted on the need for a balanced attitude in life, which is balanced between the needs of the material with the spiritual or Ruhiyah. This means the need for implanted Sufi soul coupled with the practice of Islamic law, particularly worship, remembrance, contemplation, muhasabah and so on.
Tafsir Kebebasan Beragama dalam Surah Al-Baqarah Ayat 62: Suatu Analisis Kritis Terhadap Tafsir Al-Manār Muh. Salam; Andi Abdul Hamzah
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penulisan penelitian ini, berupaya memberikan pemahaman bahwa legitimasi surah al-Baqarah ayat 62 terhadap keselamatan umat-umat yang lain tidaklah dapat dipahami secara gambalang saja, bahwa yang punya iman ialah yang kemudian menjadi orang-orang selamat. Tapi perlu dipahami bahwa iman yang dimaksud dalam ayat tersebut mempunyai kriteria tertentu dan tidak sembarang dialamatkan kepada orang-orang yang hanya sekedar mengaku mempunyai iman. Inilah yang kemudian memdorong peneliti untuk mengkaji surah al-Baqarah ayat 62 sebagai bahan pertimbangan dan informasi terhadap angngapan-anggapan keselamatan agama-agama atau kelompok-kelompok yang lainnya. Dalam penelitian ini disajikan penelitian pustaka dengan menelusuri sember-sumber tafsir khususnya dalam tafsiran Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Dengan mendahulukan pembahasan pada pengenalan kitab tafsir al-Manār dan penulisnya, seperti apa metode yang digunakan, kevcenderungan kitab tafsir serta coraknya. Kemudian disajikan surah al-Baqarah ayat 62 dengan mengedepankan tafsiran dalam al-Manār dan membandingkannya dengan pandangan penafsir yang lain. Sehingga melahirkan hasil penelitian akan kandungan tafsiran yang dimaksud oleh surah al-Baqarah ayat 62. Bahwa yang dimaksud oleh ayat tersebut adalah yang mendapat jaminan keselamatan dan kebaikan adalah mereka yang beriman dengan iman yang benar sesuai dengan ajaran Islam yang dibawa oleh nabi-nabi yang telah diutus oleh Allah Swt. sampai diutusnya nabi Muhammad Saw., adapaun mereka yang hidup dimasa diutusnya nabi Saw, sepatutnya ikut pada ajaran Islam yang dibawanya untuk mendapatkan jaminan keselamatan sebagaimana yang disebut dalam ayat yang dikaji dalam penelitian ini.
Strategi Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab Berbasis Kurikulum Merdeka: Inovasi, Implementasi, dan Evaluasi Azzah Fadiyah Nurfadhilah Fahman; Andi Abdul Hamzah
Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupensi.v5i2.5172

Abstract

This research uses a library research method which analyzes how the syllabus and learning plan are designed as well as what materials are used and what approach methods are used. The aim of this research is to find out what syllabus designs, learning plans and materials and approach methods are used in the curriculum. understanding the curriculum as a systematic learning guide, preparing syllabi, and implementing innovative and contextual learning approaches. The process of developing teaching materials is carried out through the stages of analysis, design, development, evaluation and revision. It is hoped that the development of curriculum-based teaching materials will be able to create an Arabic language learning process that is more meaningful, enjoyable and in line with the demands of the digital era. So the author presents the conclusions from various sources in this article.
PENDIDIKAN ISLAM: KONSEP, IMPLEMENTASI, DAN TANTANGAN DI ERA MODERN Andi Abdul Hamzah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i2.1862

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep, implementasi, dan tantangan pendidikan Islam di era modern. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep dasar pendidikan Islam, menganalisis implementasinya di berbagai tingkat pendidikan, dan menggali tantangan yang dihadapi serta strategi untuk mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki konsep yang komprehensif dan holistik, berlandaskan tauhid dan bertujuan untuk membentuk insan kamil. Implementasi pendidikan Islam menunjukkan keragaman model dan pendekatan, mulai dari sekolah Islam terpadu, madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi Islam. Tantangan yang dihadapi pendidikan Islam di era modern meliputi globalisasi, dikotomi keilmuan, kualitas dan relevansi, revolusi industri 4.0, serta ekstremisme dan radikalisme. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam, reformasi kurikulum dan metodologi, penguatan kapasitas pendidik, pengembangan literasi digital Islami, serta penguatan jaringan dan kolaborasi. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan paradigma pendidikan Islam yang integratif, penguatan literasi digital dan keterampilan abad 21, pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, penguatan riset dan inovasi, serta pengembangan jaringan dan kolaborasi global.
Guru PAI sebagai Arsitek Akhlak: Membangun Fondasi Moral Peserta Didik di Era Modern Andi Munifah; Hardianti; Ita Purnamasari; Andi Abdul Hamzah; Muhammad Amri
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5xr3rb19

Abstract

Peran guru PAI sebagai arsitek akhlak dalam membangun moral peserta didik di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan mengkaji buku, artikel jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan perlunya rekonstruksi peran guru dari penyampai materi menjadi perancang pengalaman belajar dialogis-reflektif, personal, dan berorientasi internalisasi nilai. Penguatan moral dilakukan melalui “benteng akhlak” berbasis tabayyun, etika komunikasi digital, dan resiliensi moral untuk menghadapi hoaks, cyberbullying, serta tren negatif. Teknologi diintegrasikan secara pedagogis melalui digital storytelling, kolaborasi kreatif di media sosial, dan penguatan self-control berbasis muraqabah, serta didukung sinergi sekolah, keluarga dan masyarakat dengan evaluasi karakter berbasis perilaku.
Abad Keemasan Islam: Periode Abbasiyah Sebagai Zaman Keemasan Sastra Arab Muhammad Izzat Ramadhan; Andi Abdul Hamzah
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 14, No 2 (2025): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.14.2.636-653.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi periode Abbasiyah dalam membentuk sastra Arab klasik, serta mengidentifikasi bagaimana literasi dan pendidikan yang didukung oleh elite Abbasiyah mendorong lahirnya karya sastra yang kompleks dan bernuansa. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder mengenai struktur, tema, serta peran lembaga pendidikan dalam pengembangan sastra. Hasil menunjukkan bahwa institusi seperti Bait al-Hikmah tidak hanya memperluas wawasan sastrawan Arab melalui penerjemahan literatur Yunani dan Persia, tetapi juga menciptakan lingkungan intelektual yang memacu inovasi. Temuan ini menyoroti bahwa perpaduan antara literasi tinggi, dukungan pemerintah, dan keterbukaan budaya pada periode Abbasiyah menciptakan fondasi bagi kemajuan sastra Arab. Implikasi dari studi ini menunjukkan pentingnya literasi dan pendidikan dalam menciptakan tradisi sastra yang inklusif dan progresif. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai pentingnya konteks sosial dan pendidikan dalam membentuk sastra sebagai cerminan zaman.
DINAMIKA IMPLEMENTASI SYARIAT ISLAM DI ACEH DALAM PERSPEKTIF SOSIO-LEGAL KONTEMPORER Jumaini Jumaini; Andi Abdul Hamzah; Darussalam Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v9i1.29538

Abstract

Islamic Sharia is a religious law that regulates the rules of human life based on the teachings of the Prophet Muhammad (SAW). and based on Al-Qur’an. This study aims to analyze the dynamics of the implementation of Islamic law (Sharia) in Aceh from a contemporary socio-legal perspective. A qualitative descriptive approach was employed, using primary data collected through questionnaires and in-depth interviews, supported by secondary data from legal documents and academic literature. The data were analyzed using thematic analysis and an interactive model of data reduction, data display, and conclusion drawing. The finding reveal that the implementation of Sharia in Aceh is a complex and multidimensional phenomenon influenced not only by legal norms but also by social, cultural, and political factors. The level of public understanding of sharia varies significantly, with many individuals demontrating only a formal or superficial understanding rather than a substantive one. In Practice, sharia implementation tends to be more symbolic, particularly in visible aspects such as dress codes and ritual observances, while its ethical and social values are not fully internalized. Furthermore, the relationship between Islamic law and national law reflects a pattern of legal pluralism, where different legal systems coexist and interact, sometimes harmoniously and at other times conflictually.