Rasio dan perbandingan merupakan konsep abstrak yang sering memicu kesalahan konseptual sistematis pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil kesalahan konseptual siswa kelas VI dalam menyelesaikan soal rasio ditinjau dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif deskriptif di SD Negeri Wiradadi dengan subjek enam siswa yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kuesioner gaya belajar VAK. Data dikumpulkan melalui kuesioner, Tes Penyelesaian Masalah Matematika (TPMM) yang divalidasi ahli, dan wawancara klinis, lalu dianalisis menggunakan prosedur Newman Error Analysis (NEA). Hasil penelitian menunjukkan pola kesalahan spesifik: 1) Siswa visual memiliki keterampilan representasi baik namun salah pada tahap pengkodean (encoding) akibat fenomena lompatan kognitif; 2) Siswa auditori terhambat pada tahap pemahaman (comprehension) karena terjebak miskonsepsi penjumlahan aditif; 3) Siswa kinestetik menunjukkan kesalahan kritis pada tahap transformasi (transformation) dan keterampilan proses akibat impulsivitas kognitif. Karakteristik sensorik terbukti memengaruhi cara siswa memproses informasi matematika abstrak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesalahan rasio bukan sekadar kegagalan aritmatika, melainkan refleksi dari pemrosesan sensorik. Direkomendasikan penerapan strategi pembelajaran terdiferensiasi: penguatan dokumentasi prosedural untuk pembelajar visual, dekonstruksi verbal untuk pembelajar auditori, dan media manipulatif konkret untuk pembelajar kinestetik guna meminimalkan hambatan pada setiap tahapan Newman.
Copyrights © 2026