Provinsi Riau dengan lahan gambut yang cukup luas memiliki tantangan tersendiri dalam hal konstruksi khususnya konstruksi beton bertulang. Kandungan sulfatnya serta tingkat keasaman yang tinggi bisa berdampak buruk terhadap beton yang selanjutnya terhadap tulangannya. Oleh karena itu perlu perhatian tersendiri terhadap pembetonan di lahan gambut agar awet. Di sisi lain, fly ash sebagai limbah pembakaran batu bara pada tungku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dinilai dapat meningkatkan kualitas beton dalam hal kekuatan, kekedapan air, ketahanan terhadap sulfat dan workability beton (Sofwan Hadi, 2000). Penelitian ini mengkaji bagaimana pengaruh substitusi sebagian semen dengan fly ash (abu terbang) terhadap kuat tekan beton yang terpapar sulfat. Fly ash dicampurkan sebanyak 30% dari berat semen. Dibuat juga sampel beton normal tanpa fly ash sebagai pembanding. Umur sampel divariasikan 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Setiap variasi dibuat 3 sampel yang direndam dalam air biasa & 3 sampel yang direndam dalam air sulfat untuk pendekatan simulasi paparan sulfat terhadap beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan sulfat untuk hampir semua variasi perlakuan dapat mengurangi kekuatan beton baik pada beton normal maupun beton yang dicampur fly ash. Pada rendaman air biasa, kuat tekan beton beton yang dicampur fly ash lebih rendah dari beton normal. Pada rendaman air sulfat, substitusi fly ash berdampak positif terhadap kuat tekan beton pada umur-umur muda (7 hari & 14 hari) namun sebaliknya pada umur beton 28 hari.
Copyrights © 2026