Industri pembiayaan menuntut ketepatan dalam pengambilan keputusan kredit sebagai bagian penting dari manajemen risiko guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan dan meminimalkan risiko kredit bermasalah. PT Mandiri Utama Finance Cabang Jember menghadapi tingginya dinamika pengajuan kredit yang tidak selalu sejalan dengan tingkat persetujuan pembiayaan, sehingga penerapan prinsip kehati-hatian melalui analisis 5C menjadi sangat penting dalam menilai kelayakan debitur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy terhadap keputusan pemberian kredit dari perspektif manajemen risiko pada industri pembiayaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri atas 50 karyawan yang terlibat dalam proses analisis kredit dan ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linear berganda berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen prinsip 5C berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan kredit, baik secara parsial maupun simultan. Model penelitian mampu menjelaskan variasi keputusan kredit sebesar 65,6%, dengan variabel Capital dan Character sebagai faktor yang paling dominan. Temuan ini memperkuat literatur manajemen risiko kredit berbasis prinsip 5C pada industri pembiayaan serta memberikan implikasi praktis bagi perusahaan pembiayaan dalam meningkatkan kualitas analisis kredit, memperkuat prinsip kehati-hatian, dan menjaga stabilitas portofolio pembiayaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan prinsip 5C berperan penting dalam meningkatkan kualitas analisis kredit dan mendukung pengambilan keputusan kredit yang lebih efektif pada PT Mandiri Utama Finance Cabang Jember.
Copyrights © 2026