Latar Belakang: Jatuh merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan berkaitan dengan gangguan keseimbangan, penurunan kemandirian, serta peningkatan risiko cedera. Kombinasi balance exercise dan tandem stance training berpotensi meningkatkan stabilitas postural dan menurunkan risiko jatuh, namun bukti klinis mengenai efektivitas kombinasi kedua intervensi tersebut masih terbatas. Tujuan: Menganalisis pengaruh kombinasi balance exercise dan tandem stance training terhadap stabilitas postural dan risiko jatuh pada lansia dengan gangguan keseimbangan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus prospektif pada seorang perempuan berusia 62 tahun yang mengalami gangguan keseimbangan. Intervensi diberikan selama tiga minggu (9 sesi) dan dievaluasi menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Hasil: Skor BBS meningkat dari 34 menjadi 48 setelah intervensi, menunjukkan peningkatan keseimbangan sebesar 41,2% serta perubahan kategori risiko jatuh dari sedang menjadi rendah. Kesimpulan: Kombinasi balance exercise dan tandem stance training berpotensi meningkatkan stabilitas postural dan menurunkan risiko jatuh pada lansia, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi fisioterapi dalam rehabilitasi geriatri.
Copyrights © 2026