Apoteker memiliki peran penting dalam memberikan edukasi penggunaan obat dan vitamin secara rasional, namun pengetahuan masyarakat, khususnya pelajar, mengenai profesi apoteker masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan vitamin yang tepat dan aman serta memperkenalkan profesi apoteker sebagai tenaga kesehatan yang berperan dalam promosi dan pelayanan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 40 Pekanbaru pada tanggal 30 Oktober 2025, melibatkan 72 siswa kelas IX. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi edukatif melalui presentasi interaktif, pembagian leaflet, sesi tanya jawab, pengecekan golongan darah, dan pemberian vitamin gratis. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata pengetahuan siswa, dari 78,7 menjadi 98,5 di kelas 9A, 63,9 menjadi 98,1 di kelas 9B, dan 83,2 menjadi 99,2 di kelas 9C. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya konsumsi vitamin serta peran apoteker dalam menjaga kesehatan masyarakat. Selain berdampak positif pada siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman edukatif bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan komunikasi dan penyuluhan kesehatan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kesadaran hidup sehat sejak dini serta memperkuat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat. Pharmacists play an essential role in providing education on the rational use of medicines and vitamins. However, public awareness particularly among students regarding the pharmacist profession and the importance of proper vitamin intake remains low. Early education is crucial to foster healthy lifestyle awareness and understanding of the pharmacist’s role in healthcare services. This activity aimed to increase students’ knowledge of the correct and safe use of vitamins and to introduce the pharmacist profession in junior high school environments. The community service program was conducted at SMP Negeri 40 Pekanbaru on October 30, 2025, involving 72 ninth-grade students. The methods included interactive presentations, distribution of educational leaflets, question-and-answer sessions, blood type screening, and free vitamin distribution. Pretest and posttest evaluations were used to measure students’ knowledge improvement. There was a significant increase in students’ knowledge after the program. The average pretest and posttest scores improved from 78.7 to 98.5 in class 9A, from 63.9 to 98.1 in class 9B, and from 83.2 to 99.2 in class 9C. Students showed high enthusiasm and a better understanding of the presented topics. The educational activity on vitamin use and pharmacist introduction effectively enhanced students’ awareness and understanding of health. The program also benefited pharmacy students as facilitators by improving their communication and community outreach skills. Similar activities are recommended in other schools to broaden the positive impact on cultivating healthy habits from an early age.
Copyrights © 2026