Industri mi instan di Indonesia merupakan pasar oligopolistik yang sangat terkonsentrasi dan didominasi oleh persaingan antara dua pemain utama, Indomie dan Mie Sedaap. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi kompetitif kedua merek tersebut dengan mengintegrasikan inovasi produk dan strategi pemasaran dalam kerangka keunggulan kompetitif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif, data sekunder dikumpulkan melalui tinjauan literatur dari basis data akademis dan laporan industri yang mencakup periode 2015-2024. Hasil penelitian menunjukkan pola persaingan asimetris: Indomie mempertahankan dominasinya melalui ekuitas merek yang legendaris dan jaringan distribusi yang luas, sementara Mie Sedaap mengandalkan diferensiasi atribut sensorik dan pemasaran digital yang agresif untuk menargetkan segmen generasi muda. Temuan menunjukkan bahwa inovasi produk di industri ini cenderung bersifat inkremental, terutama untuk mempertahankan relevansi pasar; namun, strategi pemasaran terbukti menjadi faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian dan membentuk persepsi nilai konsumen. Studi ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku industri FMCG mengenai pentingnya sinergi antara pengembangan produk dan aktivasi digital untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar yang jenuh.
Copyrights © 2026