Pencemaran air akibat logam berat dan zat warna sintetis memerlukan metode pengolahan yang efektif, murah, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas limbah kulit jeruk sebagai bioadsorben untuk remediasi air tercemar melalui metode kajian literatur (literature review). Hasil kajian menunjukkan bahwa kulit jeruk mengandung gugus fungsi aktif seperti hidroksil (-OH) dan karboksil (-COOH) yang mampu mengadsorpsi berbagai polutan dalam air. Berbagai penelitian melaporkan bahwa limbah kulit jeruk efektif digunakan untuk menyerap logam berat seperti Pb²?, Cd²?, Cr(VI), Fe²?, dan Hg, serta zat warna sintetis seperti methylene blue dengan kapasitas adsorpsi yang tinggi. Efektivitas adsorpsi dipengaruhi oleh pH, waktu kontak, dosis adsorben, dan metode aktivasi. Modifikasi fisik dan kimia terbukti mampu meningkatkan luas permukaan dan jumlah situs aktif adsorben sehingga kemampuan adsorpsi menjadi lebih optimal. Selain efektif dalam pengolahan air tercemar, pemanfaatan limbah kulit jeruk juga mendukung konsep green technology dan circular economy karena memanfaatkan limbah organik menjadi material bernilai guna dan ramah lingkungan. Dengan demikian, limbah kulit jeruk berpotensi menjadi bioadsorben alternatif yang murah, efektif, dan berkelanjutan untuk pengolahan air tercemar.
Copyrights © 2026