Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengukur kinerja rantai pasok pada agroindustri tempe di wilayah Cilendek, Kota Bogor, Jawa Barat. Objek penelitian difokuskan pada salah satu pelaku usaha, yaitu KOPTI Bogor yang dikenal sebagai Rumah Tempe Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta studi dokumentasi dengan penedekatan dengan menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Pengukuran kinerja rantai pasok dilakukan berdasarkan lima atribut utama dalam model SCOR, yaitu reliability, responsiveness, agility, cost, dan asset management. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum kinerja rantai pasok pada agroindustri tempe tersebut telah berjalan cukup baik, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti permasalahan utama terletak pada efisiensi operasional, kecepatan pemenuhan pesanan, serta kemampuan adaptasi rantai pasok yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan yang berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan persediaan dan peningkatan koordinasi antar pelaku rantai pasok. Dengan demikian, penerapan model SCOR dalam penelitian ini mampu memberikan gambaran yang lebih sistematis dan komprehensif terkait kondisi kinerja rantai pasok pada agroindustri tempe
Copyrights © 2026